Senin, 11 Februari 2013

PENANGANAAN PENYAKIT KISTA



Penanganan Terhadap Penyakit Kista

Penanganan Terhadap Penyakit KistaUmumnya, adanya kista tidak disadari oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri di daerah perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan di sekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat menimbulkan penekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.
Penyakit kista adalah penyakit yang berupa benjolan berisi air. Kista dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, misalnya pada wanita, kista dapat tumbuh di ovarium. Kista yang tumbuh di ovarium disebut dengan kista ovarium. Sebagian besar kista yang terbentuk dan tumbuh di dalam ovarium merupakan kista fungsional.
Dengan demikian, kista pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit, tetapi pada beberapa tipe, sangat mengganggu hingga terasa sakit, sehingga masyarakat menyebutnya dengan penyakit kista. Penyakit kista dapat terjadi pada kista tipe endometroid cyst, polycystic-appearing ovary, cystadenoma, dan dermoid cyst.
Penyebab Penyakit Kista.
Munculnya penyakit kista disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
  • Adanya catatan kesehatan pernah mengalami kista di ovarium sebelumnya.
  • Siklus menstruasi yang tidak normal.
  • Peningkatan distribusi lemak di tubuh bagian atas.
  • Ketidak suburan pada wanita. Pada wanita yang tidak subur, resiko tumbuhnya kista naik menjadi empat kali lipat.
  • Menstruasi dini, yang terjadi di usia 11 tahun atau lebih muda lagi.
  • Hypothyroidism atau ketidak seimbangan hormonal.
  • Penderita kanker payudara yang melakukan terapi tamoxifen atau soltamox. Terapi ini meningktakan resiko pertumbuhan kista hingga 10%
  • Menderita kanker ovarium ataupun kanker metastatik. Pada penderita kanker ovarium atau kanker metastatik yang tumbuh di ovarium, biasanya di temukan pula kista di ovariumnya.
  • Merokok. Studi kasus di lapang menunjukkan bahwa merokok meningkatkan potensi penyakit kista hingga dua kali lipat. Ini diamati pada pasien yang rutin memeriksakan kondisi daerah panggulnya.
Konsumsi pil KB dapat menurunkan resiko berkembangnya penyakit kista dalam ovarium karena pil KB mencegah produksi sel telur di dalam ovarium selama masa ovulasi.
Penanganan Terhadap Penyakit Kista.
Pada dasarnya, tumbuhnya kista di dalam tubuh merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Ini disebabkan karena tumbuhnya kista merupakan sifat fungsional yang dijalankan tubuh. Untuk kista fungsional, tidak menyababkan gejala apapun, tidak bersifat kanker dan akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun demikian beberapa hal dapat kita lakukan untuk meminimalisir berkembangnya penyakit kista, yaitu dengan mengatur pola hidup sehat dan menghindari rokok. Dengan pola hidup sehat, maka siklus menstruasi akan berjalan dengan lebih teratur.
Anda harus segera menghubungi dokter apabila terjadi perubahan siklus menstruasi, merasakan sakit di sekitar panggul dan jika mengalami gejala-gejala kista. Jika anda memiliki kista, biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu beberapa waktu, kemudian melakukan pemeriksaan ulang setalah 1 hingga 3 bulan. Dokter akan melihat, apakah kista mengalami perubahan ukuran atau tidak. Ini di lakukan pada pasien yang sedang hamil, pada wanita yang memiliki kista yang hanya berisi air ataupun pada wanita yang tidak menunjukkan gejala-gejala penyakit kista. Penanganan ini juga dilakukan untuk wanita yang telah mengalami menopause.
Apabila dinyatakan bahwa kista yang tumbuh dalam tubuh berukuran menjadi semakin besar, tampak tidak normal ketika dilihat menggunakan pemindai ultrasonik, menyebabkan rasa sakit dan menyebabkan seorang wanita tidak mengalami siklus menstruasi, maka biasanya dokter akan menyarankan penanganan berupa operasi. Wanita yang telah mengalami menopause juga bisa disarankan untuk operasi. Ada beberapa jenis operasi penyakit kista, yaitu:
Operasi laparoscopi.
Dokter akan sedikit menoreh bagian perut, kemudian mengidentifikasi kista untuk selanjutnya dilakukan pengangkatan kista, atau hanya sekedar pengambilan sample saja.
Laparotomy.
Operasi ini lebih besar. Pembedahan pada bagian perut dilakukan untuk mengangkat kista.
Operasi untuk menekan tumbuhnya kista kembali.
Kista dapat tumbuh kembali di ovarium dan menyebabkan sakit parah di bagian perut sehingga mengurangi nafsu makan dan menyebabkan muntah. Jika ini terjadi, ini merupakan kondis darurat, sehingga operasi harus dilakukan untuk menanganinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar